18 July 2011

Hadiah Lomba Curhat Sang Presiden

Seperti yang dijanjikan, maka hari ini, kami para Tim Juri Lomba Review Novel Curhat Sang Presiden memutuskan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba, sesuai dengan keputusan sebelumnya berdasarkan kuota peserta dan sedikitnya kompetitor.

Kami mengucapkan selamat kepada para peserta, dan berhak atas uang tunai masing-masing sebesar @ Rp. 200.000,- Transaksi melalui bank masing-masing peserta akan dilakukan paling lambat tanggal 22 Juli dan kami konfirmasikan melalui email peserta.

Peserta yang berhak atas hadiah tersebut adalah :
-Isro Machfudin
-Lina Rosliana

Terima kasih,
Regards,
Tim Juri
Powered by Telkomsel BlackBerry®

14 July 2011

Bollywood & Sindrom Chayya-chayya

Jujur belakangan ini, aku lagi 'sedikit suka' film-film India. Entahlah, kenapa tiba-tiba saja aku terserang sindrom Briptu Norman, Sang Chayya-chayya. Atau barangkali mutu bollywood sekarang lebih baik.

Ya, zaman Kuch Kuch Hota Hai kini tentu terganti dengan My Name is Khan. Mulai dari setting, penokohan, alur cerita, hingga konflik. Mungkin yang tak tergantikan adalah pemilihan para tokoh utama. Para produser seperti Karan Johar pun selalu terjebak dalam memainkan aktor-aktris yang itu-itu saja. Oh, atau karena pertimbangan komersial sehingga Karan betah melakukanya. Sharukh Khan, Kajol, Pretty Zinta, Rani M, Saif Ali K selalu jadi target berikut dengan Hirtikh Roshan dan Kareena Kapoor. Mereka tampilan sukses membintangi film-film Karan Johar.

Salah satu, film Karan Johar-Kabhi Alvida Naa Kehna merupakan salah satu film terbaik India yang mampu mendulang sukses-besar dan merajai beberapa penghargaan selain My Name Is Khan. Bahkan Kabhi Alvida Naa Kehna menjadi salah satu inspirasiku menulis Curhat Sang Presiden. Ya, begitulah Bolly, cerita romantis mereka kerap menjadi racun bagi penikmatnya.

Jadi tak salah kalau anggota POLRI si Norman betah berjoget-joget di dalam pos-sekadar menggeser sedikit tugas kerjanya. Bravo untuk Norman. Sedang aku? Mungkin baru belakangan ini terserang sindrom Chayya-chayya.

Bolly oh bolly.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

09 July 2011

Update Akhir Peserta Lomba Novel Curhat Sang Presiden

Tim juri mengucapkan terima kasih tak terhingga atas atensi dan partisipasi teman-teman dalam mengikuti lomba review novel Curhat Sang Presiden selama ini. Berikut adalah nama peserta lomba:

-Isro Machfudin
-Lina Rosliana

Berdasarkan keputusan juri, dalam tulisan "(Segera) Rilis Peserta Lomba Novel CSP" yang terposting dengan alamat URL: http://elloaristhosiyoga.blogspot.com/2011/07/segera-rilis-peserta-lomba-novel-csp.html kami akan mempertimbangkan kuota peserta dalam ajang review ini. Dikarenakan partisipan dibawah perkiraan berikut tidak ada kompetitor yang banyak maka penentuan juara tak sesuai dengan syarat/ketentuan. Kami tim juri akan meniadakan hadiah berupa barang. Pengumuman hadiah uang tunai akan kami rilis tanggal 18 Juli 2011 di blog ini.

Regards,
Tim Juri
Powered by Telkomsel BlackBerry®

(Segera) Rilis Peserta Lomba Novel CSP

Sebelumnya, terima kasih buat teman-teman yang telah bersedia mengikuti lomba novel Curhat Sang Presiden.

Mendekati hari penentuan juara, kami para Juri sedang mendiskusikan hal-ikhwal tentang review yang masuk ke alamat email [curhatsangpresiden@gmail.com] sekaligus mempertimbangkan kuota peserta yang sedikit berikut konsekuensi hadiahnya.

Tim juri akan merilis peserta lomba review novel Curhat Sang Presiden, malam nanti. Terima kasih...

Regards,
Tim Juri

Powered by Telkomsel BlackBerry®

02 June 2011

Rumah Keong

Sepanjang masa tanpamu, aku bak seseorang yang hampir majnun dalam kisah Khais-Laila milik negeri Arab. Malamku terus disibukkan dengan folder ingatanku terhadapmu. Kau tahu, sekuat apa aku menjaga duniamu dalam hatiku? Amat sangat kuat. Kita tak hanya Indah bagiku. Kita mungkin bahkan lebih dari itu. Hanya saja, kita tidak sedang melihat bintang yang sama, menikmati hujan yang turun depan kamarku berdampingan dan kita tidak sedang merasakan deru AC dalam satu ruang.

Aku selalu punya pertanyaan, bukan saja tertuju padamu, tentu diriku juga. Kenapa semayam sekali kau walau 'bersama' tak ada dalam keadaan kita saat ini? Barangkali karena kau memiliki rumah keong dalam diriku. Kurasa jawaban itu tepat. Kau boleh lari atau ber-musafir, tapi kau tetap akan merasa lelah kan? Lalu kau kembali ke rumahmu dan mengatakan, "Aku memiliki Keong yang tak bisa kutinggalkan".

Bila saja suatu saat kita sepakat berhadap-hadapan di dalam rumah keong, kau akan kuletakan dalam satu garis vertikal bersamaku, aku melempar senyum, dan nakal mengedip.

Hummm, aku sudah tak sabar akan hari itu. Rumah Keong, Kau, Aku dan Kita.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!