29 March 2012

Tips Menjaga Mood Menulis

Kadang sulit menjaga mood. Parahnya ketika tulisan telah sampai di cerita konflik yang penting. Kita hadapkan untuk terus menulis atau berdamai dengan mood yang berubah-ubah.

Mood seringkali seperti musim hujan—tak terprediksi.

Dear sahabat blogger, saya pernah mengalami masalah dengan mood saat sedang dalam sebuah cerita yang penting penulisan fiksi.

Oke, di bawah ini tips yang mungkin dan barangkali cocok untuk menjaga mood saat menulis;
1. Perbiasakan menenangkan pikiran sebelum menulis. Tarik napas buang perlahan. Lakukan beberapa kali. Merileks dengan pikiran yang tenang.
2. Bagi yang suka musik dapat mendengarkan lagu yang disukai selama menulis, agar tetap semangat.
3. Fokus menulis, dalam artian pikiran tak terganggu dengan pekerjaan lain—misalnya tak mengingat suatu pekerjaan yang anda lakukan setelah menulis seperti mandi, jemput pacar, ke mall, nonton bioskop, dll.
4. Pilihlah waktu-waktu terbaik dimana anda merasa itulah timing yang pas dalam menulis. Ini membantu agar kualitas tulisanmu menjadi bagus. Tak baik hampir setiap waktu dihabiskan tuk menulis.
5. Upayakan untuk selalu mencari lokasi/spot menarik sebagai tempat menulis, jika dibutuhkan.
6. Jangan sekali-kali menulis dalam keadaan lelah, jika itu tak dapat dihindari maka selalu tuk nyamankan pikiran sebelum menulis.

Barangkali demikian tips singkat 'menjaga mood menulis' yang bisa saya bagikan.

—————
Salam,
@elloaris

25 February 2012

Sajak Malam

Entah apa yang kemudian langsung membuatku jadi candu terhadap sajak. Mungkin aku terserang penyakit sajak?--entahlah. Namun demikian membuatku nyaman, lalu tersadar dalam diri--mungkin seperti mereka orang-orang hebat yang selalu tertawa penuh makna dengan mengatakan 'aku seperti terlahir kembali' setelah bersajak.

Awalnya bermain-main. Lalu menjadi keseringan hingga seperti konsumsi makan malam yang mustahil kutinggalkan. Sajak di tengah malam rupanya menggodaku, berkali-kali dan itu terlalu sering. Aku jadi ketagihan.

Kalian tahu sajak kan? Itulah yang memenuhi linikala ku (@elloaris) hampir setiap malam. Di sana kutuangkan rasa, cinta, warna dengan kata apa saja yang kurasa merefleksikan isi pikiran dan perasaan.

Maka kini aku mencintai diriku sebagai Mr. SajakMalam, meski demikian agak berlebihan.

--

Candu? Itu bukan negatif bagiku. Itu serupa lolipop di saat usaiku tujuh tahun. Demikian itu juga kusebut cinta dalam dunia merah jambu ~ Ello Aristhosiyoga

17 January 2012

Dilamun Rindu

Aku bernyanyi
Di kala malam datang, hujan melebur lewat atap berdenting
Di kala malam menari, udara berputar dan membentuk halimun

Aku kegigilan
Saat kau merampas kedekatan kita dan pergi sejenak
Saat kau bilang sakit dalam badanmu dan lupa mengatakan aku penyembuhmu

Aku dilanda mau
Saat rindu mencekam dan kau tak mampu mengobati
Saat aku membutuhkan dan kau lari untuk waktu yang tak dapat kita prediksi

Aku merasa bangga menulis ini dan dilamun hati yang menggebu ketika kau tak di sisi. Kita adalah bagian yang tak terdefinisi, terlacak, teradar seperti pahlawan yang bergerilya.

--
Puisi untuk cinta

26 November 2011

Orang Pintar ala Laskar Pelangi


Sebuah petikan paragraf yang sebenarnya bagus untuk disimak ini saya ambil dari Novel Laskar Pelangi pada halaman 113, pada bab 11 (Langit Ketujuh). Tentu saja masih versi novel awal terbit, bukan versi film.

Agak paragraf ini menyindir sekaligus menggelitik. Berikut petikan paragrafnya:
"Aku pernah mengenal berbagai jenis orang cerdas. Ada orang genius yang jika menerangkan sesuatu lebih bodoh dari orang yang paling bodoh. Semakin keras ia berusaha menjelaskan, semakin bingung kita dibuatnya. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang sangat cerdas. Ada pula yang kurang cerdas, bahkan bodoh sebenarnya, tapi kalau bicara ia terlihat pintar. Ada orang yang memiliki kecerdasan sesaat, kekuatan menghafal yang fotografis, namun tanpa kemampuan analisis. Ada juga yang cerdas tapi berpura-pura bodoh, dan lebih banyak lagi yang bodoh tapi pura-pura cerdas."

Begitulah isinya--semoga ini tidak melanggar hak cipta karena mengutip sebagian, dan saya rasa Andrea Hirata juga tidak akan sejahat itu menuntut saya--kira-kira anda termasuk tipe yang mana? Semoga bukan orang yang berpura-pura.

Kita bahkan kadang mengagumi orang dari omongannya yang terlihat pintar atau tulisan yang membuat kita terkesima. Tapi tingkat kecerdasan siapatau. Tentu saja saya bukan orang yang pandai berbicara dan termasuk orang yang agak cuek mengenai topik berat. Tapi mudah-mudahan saya bukan jenis orang bodoh di mata sahabat saya. Apalagi saya bukan PlanMaker yang baik.

Nah, setujukah anda dengan pendapat Andrea Hitara tersebut?

20 November 2011

November Wish


Hai sahabat blogger, saya akan memposting sebuah tulisan yang berasal dari tweet saya di akun @elloaris. Tweet ini saya posting awal bulan november lalu, tepatnya tanggal 1 menyangkut #novemberwish.

Beginilah isinya:

Hai tweeps, sekarang tanggal 1 november, berarti awal bulan. Apakah kalian punya sejumlah impian. Saya akan mentwit impian2 saya, dgn tagar #NovemberWish

(1) Saya ingin sekali seminar proposal/draft skripsi saya selesai, berjalan lancar. #NovemberWish

(2) Berikutnya penelitian saya dilalui dengan mudah dan orang-orang di media cetak (Spektrum Maluku) ramah sekaligus membantu saya. #NovemberWish

(3) Novel kedua saya, yang saya garap dua bulan lalu selesai bulan. #NovemberWish

(4) Mendapat kelebihan Rizki, Kesehatan, Ilmu, Cinta yg selalu menyertaiku #NovemberWish

(5) Dan yang terakhir saya berimpian berjumpa Ayu Dewi. (Saya ngefans sama dia) "RRRRRRRR-nya" bikin kangen. #NovemberWish

Folllow my twitter @elloaris