20 May 2011

Pantai Tanjung Yainuelo

Pantai Tanjung Yainuelo--Kec. Amahai, Kab. Maluku Tengah.

-tipe pantai:
*berpasir
*dipenuhi pohon kelapa
*bersih
*laut dekat pantai berciri setengah landai (tidak cocok untuk orang yang tidak dapat berenang)
*daratan pantai menjorok ke laut.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Lagu Cinta 12

Aku menulis kalimat-kalimat ini, saat aku mendengarkan melodi--tepatnya ketika tentangmu Lebih Dari Indah,
saat malam bergelayut dan dirimu mengerebungi pikiranku,
saat hujan baru saja menghentikan amunisinya lantas kau diam-diam berhasil menjeratku dengan ilusi memoarmu.

Kau
Ibarat, anjing yang setia melolong dalam malam larutku,
bak pejabat yang siap berdusta padaku demi uang korup,
laksana pelacur yang giat menghalalkan cinta demi menafkahiku.

12
Aku masih
Dulu

Kau tahu, aku mampu membunuh pasanganmu-pasanganku demi kau.

12
Aku masih
Dulu

Kau
Laksana, samurai yang selalu terbungkus dalam sarung hatiku,
bak, tikus got yang kerap muncul tiba-tiba lalu mengagetiku,
ibarat, unggas yang mendadak kicau untuk menggetarkan hatiku.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

09 May 2011

Kukerta--KKN

Hari ini, adalah hari tersibuk selama kuliah dari semester awal. Sejak kemarin hariku dipenuhi dengan prepare rencana KKN—atau Kukerta—sebuah kependekan yang dibuat kampusku, dari kepanjangan Kuliah Kerja Nyata.


Setiap barang kucek, koper kupilih-pilih demi persiapan yang matang.


Parahnya, aku di tempatkan di sebuah desa bernama Tanjung Yuanielo—sebuah dusun di Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, yang tak bersinyal. Aku harus mendiami lokasi tersebut selama dua bulan. Kebayang kan, selama hari-hari itu aku harus berdamai dengan suasana yang tak ber-twitter, ber-fb, ber-blog, ber-millis. Tapi sebelumnya telah kuwanti-wanti, tiap ada waktu free, bakal kucuri waktu ke kota—kebetulan ibu kota Maluku Tengah (Masohi) berjarak-waktu 30 menit dari lokasi desa.


Saat bertemu dosen pembimbing pada kelompok kami tadi siang, walah malah ciut nyaliku. Pembimbingnya berasal dari fakultas sebelah. Sepintas melihat beliau, kesan galak yang pertama tercetus. Nada bicaranya lebih dari tegas, beberapa kali intruksi diulang seolah-olah mengingatkan mahasiswa bimbingannya “tak boleh ada kesalahan”. Beliau hampir mendekati perfectsionis. Menyeramkan? Ya, sepertinya.


Hum, dan esok tanggal 10 Mei merupakan hari keberangkatan kami. Mudah-mudahan lokasi yang kutempati memiliki kesesuaian dengan apa yang kubayang; penduduk yang ramah, kepala desa yang baik hati, program kerja yang tidak berat-berat dan satu lagi, rumah warga yang kutempati memiliki orang-orang yang supermengerti keadaan mahasiswa.


Semoga…

08 May 2011

Asty dan Apresiasinya

Aku mengenalnya sebagai Asty—wanita berjilbab, yang sering cuap-cuap di salah satu Radio lokal. Tak percaya, kini dia membaca novelku. Bagiku, ketika orang membaca sebuah karya, kurasa itu sudah lebih dari cukup. Karena “nilai” menghargai karya adalah sebuah keputusan memilih.


Saat iseng bertanya, tentang tiga kata—yang cocok untuk menggambarkan Curhat Sang Presiden dia dengan senyum malu-malu bak putri menatapku. Lalu sepuluh detik kemudian dia menguar kata: Curhat Sang Presiden; Keren, Inspiratif, Romantis.


Oh, aku mengulum bibir ria, mendengarnya.


Lantas ketika aku meminta, komentar lengkapnya, Asty malah makin bersemangat, lalu menarik kertas dan menuliskan sejumlah apresiasinya kepadaku:
Curhat Sang Presiden, bisa jadi adalah curhat sang penulis (hehehe…), disajikan secara apik lewat alur cerita yang mengesankan. Inspiratif, romantis, dan menggugah. Sang penulis piawai menggambarkan kesetiaan dari sisi yang berbeda, dengan ending yang memukau. Efeknya, aku jadi penasaran: “cokelat bisa membuat kita melupakan kesedihan kita. Bener gak ya?” Nasty Anwar—Penyiar Radio dan Pecinta Fiksi.

06 May 2011

Surat Singkat Untuk Refa

Kau datang bak angin semilir membelai kulit,
sejuk,
nyaman,
Bahkan melampaui batas


Kau ikat hatiku,
bungkus dengan harum katamu,
lalu melilitnya bersama lakumu.


Waktu membuktikan kita melanggar buku Tuhan
Kita berzina
Berzina atas nama cinta
Mata, mulut, tangan, hingga bagian tertutup
Zina kita atas nama cinta.


Kau ikat hatiku,
bungkus dengan harum katamu,
lalu melilitnya bersama lakumu.


Waktu menampilkan serentetan dirimu.
Menampilkan serentetan aku.
Kita adalah cinta
Kau—aku—kita zina, hina dan binan.