08 July 2017

Wattys 2017

Kali ini aku mau posting mengenai Wattys 2017. Ini juga sekaligus membayar janji di posting-an sebelumnya. Fyi, aku sendiri juga sudah mendaftarkan ceritaku Amnesia: Karachi Untold Story di ajang tahunan Wattpad ini.



Nah, Wattys 2017 sendiri adalah penganugrahan kreativitas dan ketrampilan dalam bercerita di seluruh dunia, kepada work-work atau cerita-cerita yang ada di aplikasi Wattpad. Jadi buat kamu yang sudah punya cerita di work harusnya kamu ikut. Tapi..., ada syaratnya!


Berikut syaratnya [aku kasih yang paling umum saja]

  1. Tambahkan tag #wattys2017 pada ceritamu.
  2. Cerita yang didaftarkan harus memiliki minimal 5 chapter yang telah di-publish sejak 1 September 2016. Atau telah ditandai dengan ‘selesai’ dengan semua chapter-nya telah di-publish sejak 1 September 2016 agar memenuhi syarat. Atau cerita yang ditulis di tahun 2017.

Untuk lebih jelasnya kamu bisa langsung aja ke akun WattysId, dan masuk ke work Wattys 2017, atau kamu ke link berikut ini untuk syarat dan penjelasan lengkap.


Sebenarnya aku pengin ikut tahun lalu, tapi ceritaku tidak memenuhi syarat tanggalnya. Makanya tahun ini aku mengikutsertakan Amnesia: Karachi Untold Story. Tahun ini ada beberapa kategori untuk penghargaan Wattys 2017, di antaranya:


The Originals: penghargaan ini diberikan kepada cerita yang melampaui batas ekspektasi–baik dari segi alur dalam genre yang sudah dibentuk atau cara penceritaan yang benar-benar berbeda dari yang biasanya.


The Riveting Reads: penghargaan ini diperuntukkan bagi cerita yang membuat kita tidak bisa berhenti membacanya—cerita yang membuat pembaca tertarik, dari awal hingga akhir.


The Breakthroughs: penghargaan ini diberikan kepada pencerita yang menyenangkan pembaca dan memicu kegemaran di Wattpad.


The Newcomers: Wattpad menyambut para penulis dari semua tingkatan pengalaman. Penghargaan ini diperuntukkan bagi cerita yang baru diterbitkan di wattpad pada 1 september 2016 atau setelahnya.


The Storysmiths: seni bercerita terbentuk dari keselarasan antara penggabungan diksi, plot, dan pengembanga karakter yang tepat. Penghargaan ini diberikan kepada cerita yang membuat kita terkesan pada dedikasi tinggi mereka terhadap hal-hal tersebut.


The Tap Award: kecanduan cerita obrolan di Tap membuat pembaca terpaku pada ponsel mereka hingga pesan yang ... terakhir. Penghargaan ini diberikan kepada kisah obrolan paling berani dan yang paling baik.


Aku sebenarnya berharap menjadi salah satu pemenang, tapi kayaknya berat. Ya, berandai-andai saja lah. Hahahaha.


Ok, see you at next post....

03 July 2017

Pukul Manyapu Morella 2017

Sesuai judul di atas aku mau post sedikit tentang atraksi budaya Pukul Manyapu yang diselenggarakan desa Morella di Kabupaten Maluku Tengah kemarin. Untuk kamu ketahui, atraksi ini disebut juga Baku Pukul Manyapu atau Pukul Sapu Lidi—kemungkinan sebutan yang terakhir ini sudah di Indonesia-kan. Baku Pukul Manyapu sendiri merupakan atraksi yang dilakukan antara pemuda-pemuda asli Morella dengan dibagi dalam dua kubu yang akan saling memukul menggunakan dua batang lidi. Perayaan ini dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal dalam kalender Islam. Spesialnya di Maluku atraksi kece ini hanya ada di Negeri Mamala dan Morella. Dua desa ini bertetangga. Untuk penjelasan lengkapnya kamu bisa lihat di wikipedia.

Sudah beberapa tahun belakangan memang aku termasuk yang rajin menonton atraksi ini. Dibanding Mamala, aku lebih senang menyaksikan acara yang diselenggarakan Morella.  Soalnya gaungnya lebih besar dan sudah masuk agenda tahunan dinas pariwisata Maluku. Lagipula memang teman siaran aku juga orang asli Morella, makanya kemarin tuh kita nonton sambil kerja juga. Meliput buat bahan siaran. 


Tapi harus diakui tahun ini acaranya kurang ramai. Soalnya bertepatan dengan hari minggu dimana sebagian orang memang memilih untuk berwisata pantai di hari terakhir libur sebelum masuk kerja. Kalau tahun lalu jam tiga sore aja masyarakat udah full dan sesak di lokasi, bahkan tidak mendapat tempat parkir, tapi kemarin jam lima sore pun masih dapat tempat parkir. Terlepas dari itu, acara ini termasuk megah dan sukses.


Fyi, acara ini sebenarnya dibagi menjadi dua hari dalam rangkaian Pesta Budaya Negeri Morella. Pertama hari sabtu (1 Juli 2017) ada Pengambilan obor Kapitan Telukabessy, Pameran Benda Bersejarah, Hadrat, Pentas Seni Komunitas dan Teaterikal Perang Kapahaha. Sementara hari Minggu (2 Juli 2017) ada Panggayong Manggurebe, Karnaval Bidaya, Bambu Gila, Cakalele, Atraksi Pukul Manyapu, dan Panas Pela.


Nah berikut foto-foto yang saya dapatkan dalam acara puncaknya kemarin.


Para pemain atraksi Pukul Manyapu diantar dengan musik tradisional menuju “Rumah Tua” sebelum  aksi di lapangan.


Para Pemain atraksi Pukul Manyapu di “Rumah Tua”


Salah satu pemain Pukul Manyapu.


Lidi yang digunakan untuk atraksi Pukul Manyapu.



Pementasan atraksi Pukul Manyapu di lapangan.


Kalo terakhir ini, adalah foto bareng penari Cakalele di “Rumah Tua”


Dari penyelenggaraan tahun ini, sebenarnya aku ada saran sih buat penyelenggara. Kalau bisa tahun-tahun berikutnya acara puncak Pukul Manyapu diadakan agak tempo dikit—ya jam lima atau beberapa menit setelah Sholat Ashar. Soalnya beberapa tahun belakangan acaranya selesai mau dekat Maghrib. Akhirnya banyak pengunjung (wisatawan/turis mancanegara) yang pengin foto momen selesai atraksi—pemain yang penuh darah itu, waktunya tidak ada karena keburu malam. Padahal acara ini salah satu tujuannya untuk menarik wisatawan kan? Karena menurut aku, semakin banyak pengunjung yang mendapatkan foto momen darah-darah tadi, semakin banyak juga kesempatan atraksi Pukul Manyapu ini terpublikasi. Di zaman millennial ini, sosial media adalah jalan satu-satunya publikasi paling mudah. Bayangkan kalau 100 orang dengan 100 follower mem-posting acara ini, maka secara tidak langsung acara atraksi sudah bisa menjangkau kira-kira 10.000 orang di luar sana. Ya kan?


Trus, kalau bisa di pintu masuk atau dekat masjid Morella dipasang jadwal acara secara runut—mungkin dibikin kayak baliho biar pengunjung bisa tahu, jam 2 acara apa, jam 3 acara apa, jam 5 acaranya apa. Kalau kemarin kan kita cuman nebak-nebak. Percayalah, sebuah festival akan makin masyhur kalau pengunjung puas. Sebab dengan kepuasan tersebut, semakin banyak cerita-cerita yang akan disampaikan ke orang lain. Saya punya pengalaman mengunjungi festival di Jakarta. Di sana, di pintu masuk dipasang jadwal acara, hal ini memudahkan pengunjung untuk menentukan acara mana yang ingin disaksikan. 


Oke segitu aja cerita aku. Jadi buat kamu yang ingin menonton atraksi Pukul Manyapu, silakan datang tahun depan. Rugi kalau tidak menyaksikan, sebab acara ini gratis (tak ada tiket masuk), full festival, ada dapur umum (makan gratis), masyarakat Morella ramah dan welcome. Dan yang paling penting,bisa silaturahmi dengan banyak orang.


See you at next post....

01 July 2017

Chapter Sixteen [B] Amnesia: Karachi Untold Story Sudah Terbit

Sahabat blogger, dalam postingan ini aku ingin mengabarkan, kalau “Amnesia: Karachi Untold Story” sudah aku posting lanjutannya via wattpad. Jadi buat kamu yang selama ini menunggu—dan menjadi pembaca setia Amnesia, sekarang boleh mengakses lanjutan kisah ini dalam bab Chapter Sixteen [B]. Atau ke link berikut ini

Barangkali kamu bertanya-tanya kenapa sudah sebulan aku tidak melanjutkan cerita Amnesia Padahal di-posting-an yang terakhir, aku berniat publish lebih rajin selama Ramadhan. Tapi nyatanya kesibukan di kantor dan siaran membuat rencana melanjutkan cerita ini ke-pending

Selama Ramadhan, jadwal siaranku makin membengkak (padahal pegawai lain waktunya menjadi lebih kurang). Karena keterbatasan penyiar muslim—maklum, di Ambon tempat kerjaku mayoritas pegawai/penyiarnya kristen, dan penyiar muslimnya dikit), makanya aku meng-handle beberapa acara Ramadhan selama sebulan, di dua programa Radio. Benar dua bro, bukan satu station

Kesibukan itulah yang membuat lanjutan kisah Lintang di tanah Pakistan harus tertunda. Nah, weekend tadi Sabtu, 1 Juli 2017 akhirnya aku berhasil nge-post lanjutan Amnesia. Pada Chapter Sixteen [B] ini, aku suka situasi dan percakapan Adil dan Pak Sattar. Dingin namun mendalam. Buat kamu yang penasaran silakan baca ya. Nah ini salah satu dialog yang aku suka (dalam gambar). 

Oh iya, tadi juga aku mengikutsertakan Amnesia: Karachi Untold Story dalam kontes #wattys2017 yang diselenggarakan oleh wattpad. Mudah-mudahan jadi salah satu pemenang. InsyaAllah di-posting-an selanjutnya bakal aku share mengenai kontes tersebut. 
 
Karena masih dalam suasana lebaran, sebelum pamit, aku mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Taqabbalallahu Minna Wa Mingkum. Mohon Maaf Lahir dan Batin. 

See you soon at next post....

23 April 2017

Bilik Buka Buku: The Secret of Carstensz

Eksplorasi Tiada Henti Tanah Papua
 
Judul: The Secret of Carstensz

Penulis: Marino Gustomo | Co-writer: Zaynur Ridwan

Penerbit: Salsabila



Sudah sejak lama aku tak mereview buku, dan kali ini aku kembali menulis untuk “Bilik Buka Buku” dengan novel yang kurasa wajib kalian baca. Sesuai yang tertera dalam judul di atas, buku The Secret of Carstensz, ditulis oleh sahabat saya Marino Gustomo sebagai debutnya.



Aku mendapat kiriman buku ini, tiga hari yang lalu dari penerbitnya, dan butuh tiga hari aku menyelesaikan membaca novel ini—lebih tepatnya beberapa jam yang lalu. Oke langsung saja kita review novel ini.



The Secret of Carstensz hadir dengan cover dominan putih, dan background gambar gunung. Asli aku suka cover-nya. Sederhana dan indah. Rasa-rasanya jika dimuat di sosial media seperti instagram sangat nyaman dipandang. Pokoknya ig-able. Cover depannya membuat endorsement Edo Kondologit, yang saya berani jamin, siapa pun yang akan membacanya akan langsung penasaran. Selain Edo, banyak sekali seniman yang memberikan endorsement pada buku ini, termasuk penyanyi bersuara merdu Yura Yunita. Dan Ingat, endorsement buku tidak sama dengan endors produk-produk kecantikan atau baju yang sering wara-wiri di media sosial.



Kisah di The Secret of Carstensz, dimulai ketika Krisna yang didapuk oleh The Board sebagai sang Kandidat yang akan dijadikan pemimpin dalam misi mencari Robert Standford yang hilang di lembah Carstensz Papua dalam 20 tahun yang lalu. Krisna sendiri adalah pendaki ulung yang telah banyak menaklukan banyak gunung di dalam maupun di luar negeri. Dia membawa tiga orang lain dalam tim ini, Abdul, Dendy dan adiknya Rinjani. Sayangnya ada tujuan besar yang disembunyikan oleh para direksi The Board dalam misi ini—bukan hanya sekadar untuk menemukan Robert. Tujuannya apa? Kalian harus baca sendiri.



Sesuai dengan sub judul di atas, memang The Secret of Carstensz ber-setting di Papua sebagi sentral utama cerita. Kalian akan disuguhkan dengan deskripsi gunung-gunung Papua yang indah. Jujur saat membaca narasi-narasi Marino Gustomo, aku kagum sebab narasinya tidak bertele-tele. Banyak hasil riset yang dimasukkan—dan ini benar-benar karya yang matang secara informatif, kupikir Marino mungkin sudah menghabiskan banyak waktu untuk meriset seluruh data yang dia masukan ke dalam novel ini. Benar-benar detail. Aku termasuk orang yang suka membaca sebuah buku yang ditulis dengan detail karena itu membuat pembaca merasakan isi cerita.



Selain itu bagian yang aku suka dalam cara bertutur Marino, adalah perpindahan dari bab ke bab. Begitu smooth.



Di dalam The Secret of Carstensz sendiri aku banyak mendapat kejutan-kejutan data—meski sebagai orang Timur Indonesia hal seperti ini sering saya dengar. Mungkin bagi siapa pun yang membaca buku ini akan sakit hati dalam beberapa bagian, di mana menemukan fakta Papua yang selalu dipinggirkan, padahal provinsi ini menjadi wilayah paling kaya di Indonesia. Papua memiliki banyak harta yang siapa pun ketika menemukan riset Marino akan tercengang. Mungkin jika kalian pernah mendengar ungkapan semacam, “Masa depan bangsa kita berada di Indonesia Timur” mungkin buku ini adalah salah satu referensi yang harus kalian baca.



Secara keseluruhan aku memberikan nilai  4,2 dari 5 bintang untuk buku ini. Dengan riset yang mumpuni  dan narasi yang baik, Marino berhasil membuat pembaca secara emosional merasakan getir nasib banyak orang Papua yang tak pernah merasakan indahnya metropolitan.

30 March 2017

Film Hana

Karena berhubung hari ini Indonesia merayakan hari film Nasional—yang jatuh setiap tanggal 30 Maret, aku mau posting salah satu film pendek. Kebetulan dalam film ini, untuk pertama kalinya aku terlibat di dalamnya. Meski porsi aku sedikit (bisa dibilang cuman numpang doang), namun aku tetap bangga bisa menjadi bagian dari film ini.

Filmnya berjudul Hana
Director: Rifky Husain
Cast: Fitriyani Sima-Sima, Mathelda Wattimena, Anatje Elsye Pupella, Viora Alesya
Script Writer: Irfan Ramly

Film Hanna merupakan film produksi BaileoDoc dan Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 
Sinopsis:

17 years after the Ambon Riot, Hana decided to return the house key that belongs to Dominggus family which was willed by her late mother. The key and her meeting with Oma Ace opened the door to the past.

Trailernya bisa di cek via youtube di bawah ini:
 
Sekali lagi selamat hari Film Nasional, buat teman-teman insan film.